Rangkuman Singkat Sistem Lokomotor

Posted: 19 November 2010 in all about my task

Lokomotor berasal dari kata loko “gerak”, dan motor “penggerak”. Jadi, lokomotor adalah gerak yang dilakukan oleh penggerak sedangkan sistem lokomosi adalah cara kerja gerak yang dilakukan oleh penggerak. Organ-organ yang terlibat dalam lokomotor :
1. Tulang
Pada manusia jumlah tulang terdapat sekitar 206 yang semakin dewasa akan semakin banyak, terdiri dari tulang kepala, tulang muka, tulang telinga dalam, tulang lidah, tulang pembentuk kerangka dada, pembentuk tulang belakang dan gelang pinggul, tulang lengan, dan tulang kaki. Tulang tersusun atas sel, matriks protein, dan deposit mineral. Sel-sel pembangun tulang ada tiga, yaitu :
– Osteoblast (sel pembentuk tulang).
Tulang baru dibentuk oleh osteoblas yang membentuk osteoid dan mineral pada matriks tulang, bila proses ini selesai osteoblas menjadi osteosit dan terperangkap dalam matriks tulang yang mengandung mineral. Berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan berkembang.
– Osteosit, berfungsi memelihara konten mineral dan elemen organik tulang.
– Osteoklas (sel pemangsa)
Menyerap tulang selama pertumbuhan dan perbaikan. Penyerapan tulang dengan cara mengeluarkan asam laktat dan kolagenase, menghancurkan mineral dan merusak kolagen. Osteon merupakan unit fungsional mikroskopis tulang dewasa. Bagian luar tulang diselimuti oleh membran fibrus padat disebut periosteum. Tulang berfungsi sebagai pemberi bentuk tubuh, alat gerak, melindungi organ-organ tubuh, dan sebagai tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah.

2. Otot
Merupakan suatu organ yang memungkinkan tubuh dapat bergerak, gerak sel terjadi karena sitoplasma merubah bentuk. Sitoplasma adalah benang-benang halus yang panjang disebut miofibril. Bagian-bagian otot yaitu, kepala otot(muskulus kaput), empal otot (muskulus venter), dan ekor otot (muskulus kaudal). Kepala dan ekor otot merupakan jaringan ikat kuat (tendon), yaitu tempat melekatnya otot pada tulang. Sel otot dibagi tiga golongan, yaitu :
a. Otot motoritas (otot serat lintang/otit kerangka), terdapat protoplasma yang memiliki garis-garis melintang. Otot ini dapat bergerak sesuai kemauan kita, pergerakannya cepat tetapi lekas lelah, dan rangsangan dialirkan melalui saraf motoris.
b. Otot otonom (otot polos), memiliki protoplasma licin dan tidak memiliki garis-garis melintang. Otot-otot ini terdapat pada ventrikulus, usus, kandung kemih, pembuluh darah, dll. Dapat bekerja sesuai kemauan kita (otot tak sadar) karena rangsangannya melalui saraf otonom.
c. Otot jantung, bentuknya menyerupai otot motoritas karena sel protoplasmanya terdapat serabut-serabut melintang yang bercabang. Fungsinya sama seperti otot polos dapat bergerak sendiri secara otomatis karena mendapat rangsangan dari susunan otonom.

3. Saraf
Merupakan penghantar informasi, koordinasi dan pengaturan untuk mengontrol dan mengintegrasikan aktivitas tubuh. Fungsinya adalah menerima stimulus dari lingkungan, mengubah stimulus menjadi impuls, dan sebagai tempat berlangsungnya semua proses keiwaan dan psikis. Ada tiga bagian utama saraf, yaitu :
a. Badan sel, mengandung inti sel, sitoplasma, organel-organel, badan Nissl, dan neurofibril. Merupakan pusat untuk mengatur kegiatan sel.
b. Dendrit, merupakan cabang-cabang perpanjangan dari sitoplasma ke badan sel. Di dalamnya terdapat badan Nissl dan mitokondria. Fungsi dendrite adalah menghantarkan impuls menuju badan sel.
c. Akson, menghantarkan impuls dari badan sel ke neuron/jaringan lain.

4. Darah atau Pembuluh
Darah merupakan suatu jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang berwarna merah beredar di dalam tubuh karena adanya kerja jantung. Fungsi darah sebagai alat pengangkut, pertahanan tubuh, dan menyebarkan panas ke seluruh tubuh. Darah teriri dari 2 bagian, yaitu sel-sel darah (sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit)), dan plasma darah. Ada dua macam pembuluh darah, yaitu :
1. Pembuluh arteri
Adalah pembuluh darah yang keluar dari jantung membawa darah ke seluruh bagian dan alat tubuh. Arteri yang paling besar yaitu yang keluar dari ventrikel sinistra disebut aorta dan arteri pulmonalis, arteri memiliki dinding yang kuat dan tebal bersifat elastis.
2. Pembuluh vena
Adalah pembuluh darah yang membawa darah dari bagian/alat-alat tubuh masuk ke dalam jantung. Bentuk dan susunan vena sama dengan arteri, vena yang ukurannya besar yaitu vena kava dan vena pulmonalis. Cabang vena yang lebih kecil disebut venolus yang selanjutnya menjadi kapiler.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s